SITUS-SITUS LAIN: HOME | FORUMNYA KASPER | BLOG LAIN KASPER | SITUS MENARIK LAINNYA

Naruto





















Bwt Asqarye jie........























Qomar

Pembekalan Pesantren Ramadan IMMIM Putra



Sekira 200 orang siswa Pesantren IMMIM Putra Makassar tingkatan SMA, mengikuti prosesi pembekalan pesantren selama tiga hari yakni mulai 25-27Agustus lalu.

Kegiatan ini merupakan agenda tahunan pesantren yang terletak di jalan Perintis Kemerdekaan.

Semua peserta yang mengikuti pembekalan ini nantinya akan melaksanakan pesantren keliling ke sekolah-sekolah yang tersebar di 9 Kabupaten, yakni Pangkep, Parepare, Sidrap, Palopo, Sorowako, Sengkang, Bone, Maros, serta Polmas.

Materi-materi yang diberikan adalah materi yang nantinya akan dibawakan para santri saat berada di tempat alias sekolah yang mereka kunjungi. Materi pembelajaran saat pembekalan berlangsung diantaranya bahasa Inggris, ibadah dan akhlak, bahasa Arab, Alquran dan hadis, serta figh.

Intinya, pembekalan ini akan mereka aplikasikan saat berada di kabupaten tempat kunjungan mereka. Mufti Aqli, salah satu panitia pelaksana menuturkan, membekali para siswa selama bulan ramadan dengan memfokuskan pelajaran agama sudah menjadi agenda rutin IMMIM.

"Selain pemahaman agama secara mendalam, kita juga menginginkan peserta pesantren kilat nantinya bisa lebih akrab dengan bahasa Arab," ungkap Aqli.
Pada bulan ramadan, sambungnya, siswa lebih berpotensi mengerti agama Islam dikarenakan situasi dan kondisi yang memungkinkan terciptanya kekhusyukan.

"Insya Allah, acara ini mendapat ridho agar meningkatnya kualitas agama para peserta yang notabene umat islam," tambahnya sembari mengamini. (rm1-rm2)

Beri Pengertian Halus



Mufti Aqli, Juara II Tilawah

Yang namanya gratis emang selalu enak. Apalagi kalau bicara soal makanan. Nah, membahas masalah gratisan, apa jadinya yah kalau kita punya teman yang hobinya ditraktir mulu. Giliran minta ditraktir, seribu satu alasan selalu jadi senjata ampuh. Well, Mufti Aqli punya pandangan sendiri lho.

"Sekali-kali sih boleh aja. Tapi kalau keseringan, wah repot juga," pungkas Mufti, cowok kelahiran 30 Ampana, September 1991. Doi menuturkan, mereka yang bersikap seperti itu pasti punya alasan tersendiri. "Sebenarnya sih, kebiasaan kayak gitu gak baik.

Akan tetapi, kita kan gak boleh su'udzon. Mungkin saja dia punya alasan tersendiri yang masuk akal," buka Mufti, santri IMMIM Putra Makassar. Yups, benar juga seh. Tapi gimana yah kalau alasannya itu murni gak mau rugi.

"Kalau bukan super hemat, yah pasti gak jauh-jauh amat dari yang namanya pelit,"papar siswa yang pernah menjadi Juara II Tilawah. Meski demikian, Aqli, sapaan akrab Mufti Aqli, bersyukur tidak memiliki teman yang ogah rugi.

"Di pesantren, orang-orangnya pengertian semua seh. Jadi kalau kita lagi gak punya, mereka pasti ngerti. Begitupun sebaliknya," ungkap cowok yang menjadi jawara kasidah modern ini.

Aqli, santri yang juga hafizh ini (Penghafal Al-quran) mengingatkan, sifat seperti itu sama halnya membuat ruang bagi teman untuk semakin menjauh. "Hal seperti itu gak bisa dipungkiri. Karena mereka pasti berpikir dua kali untuk menjalin pertemanan dengan orang yang ogah rugi," cetus siswa yang pernah menjadi Juara Harapan I Tadarrus.

"Menegur mereka pastinya gak mungkin. Gimana caranya kita kasih pengertian mereka dengan yang sangat halus. Biar gak membuat tersinggung satu pihak," terang Juara I Pop Religi UMI ini. Intinya sih, tambah Aqli, untuk menghindari problem seperti itu sebaiknya saling pengertian aja. Selama pengertian itu berakar dalam hati. Pasti gak ada masalah.(rm1)

Tambahan


Penutupan MOS IMMIM Putra

Sekira 255 orang santri baru mengikuti penutupan pelaksanaan masa orientasi siswa (MOS) di Aula Pesantren IMMIM Putra, selasa 22 Juli kemarin. Dalam acara tersebut, semua santri baru diberikan pembekalan tentang bagaimana suasana kehidupan didalam pesantren.

Selain itu, mereka juga diberikan informasi tentang tata tertib dan dibekali ceramah oleh ustad-ustad.

Acara yang merupakan kegiatan tahunan ini dihadiri oleh Ketua MPR RI Hidayat Nurwahid. Kunjungan tersebut bertujuan untuk memberikan pencerahan kepada seluruh santri yang ada di lingkungn IMMIM Putra.

Pihak sekolah merasa sangat bersyukur atas kedatangan Dr. Hidayat Nur wahid MA. Rupanya, semua santri baru berasal dari berbagai provinsi yang ada di Indonesia. Yakni, Batam, Papua Nugini, NTT, Kalimantan, Ambon, SUL-SEL, SULBAR, serta SULTENG.

Satu hal yang menarik, selain kedatangan Hidayat Nur Wahid dalam penutupan acara tersebut. Kedatangan 3 santri yang baru saja mengenyam pendidikan di Amerika Serikat. Pasalnya senior yang baru saja kembali dari negeri Paman Sam ini memberikan suatu materi yang membahas mengenai bahasa. Tidak hanya itu saja, mereka bertiga juga memberikan motivasi kepada seluruh santri baru agar kelak bisa mengikuti jejak mereka dan pastinya akan lebih baik lagi. (rm2-rm4)